Senin, 19 Agustus 2019  
evoucher.jpg
INFO KAMAR
KELAS KATEGORI TERSEDIA
VIP Semua 1
KL1 Dewasa Anak 0
KL1 Ibu Obsgyn 1
KL2 Dewasa 4
KL2 Anak 2
KL2 Ibu 1
KL3 Dewasa 5
KL3 Anak 2
KL3 Ibu 1
*update per 7 jam
telephone.pngINFORMASI
PENDAFTARAN

0274-512257
0274-588002
Artikel Terbaru
Articles Hierarchy
Hipertensi dalam Kehamilan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu indikator kehamilan berisiko tinggi. Oleh karena itu, kondisi ini wajib diwaspadai oleh seluruh ibu hamil. Hipertensi dalam kehamilan bisa saja ringan, namun jika tidak ditangani secara tepat bisa mengakibatkan masalah serius bahkan mengancam nyawa baik ibu maupun janin yang dikandungnya.

Hipertensi dalam kehamilan lebih berisiko jika terjadi pada wanita yang memiliki hipertensi kronis. Hipertensi kronis adalah tekanan darah tinggi yang sudah diderita sebelum masa kehamilan. Termasuk juga, tekanan darah tinggi yang terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu, atau berlangsung lebih lama dari 12 minggu setelah melahirkan.

Jika hipertensi tidak ditangani dengan tepat, maka seorang ibu hamil berisiko menderita preeklamsia. Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan pada sistem organ lain, paling sering pada hati dan ginjal. Pada beberapa kasus juga ditemukan protein pada urine ibu hamil. Preeklampsia biasanya dimulai setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang tekanan darahnya normal (sebelum hamil). Jika tidak segera ditangani, preeklamsia bisa berakibat sangat fatal bagi ibu dan bayi.

Ada beberapa indikasi seseorang terkena preeklamsia, yaitu sakit kepala tak tertahankan, mual, muntah, nyeri di perut sebelah kanan atas, pandangan kabur, jumlah urine dan trombosit menurun, sesak napas, serta terganggunya fungsi hati.

Preeklamsia umumnya lebih sering terjadi pada mereka yang :

  • Punya riwayat preeklamsia saat kehamilan sebelumnya
  • Perempuan yang baru pertama kali hamil
  • Ibu hamil di bawah usia 20 tahun
  • Ibu hamil di atas usia 40 tahun
  • Obesitas
  • Mengandung bayi kembar
  • Punya keluarga dengan riwayat hipertensi
  • Punya riwayat penyakit kronis

Apa Risiko Jika Terjadi Hipertensi Dalam Kehamilan?

Jika hipertensi dalam kehamilan tidak ditangani dengan baik berisiko memberi dampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi, seperti :

  • Berkurangnya Aliran Darah ke Plasenta

Tekanan darah tinggi akan mempengaruhi jumlah aliran darah yang mengalir ke plasenta. Kondisi ini tentu akan membuat janin dalam kandungan kesulitan mendapat oksigen dan nutrisi.

  • Pertumbuhan Janin Terhambat

Kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi pada janin bisa menyebabkan bayi lahir prematur, kurang berat badan, dan bahkan pada beberapa kasus berujung pada kematian, baik saat masih dalam kandungan maupun ketika lahir.

  • Abrupsio Plasenta

Merupakan kondisi kesehatan yang ditandai dengan terpisahnya plasenta dari dinding rahim bagian dalam sebelum persalinan terjadi. Selain bisa merusak plasenta yang membahayakan kelangsungan hidup janin, ibu hamil juga akan mengalami perdarahan hebat.

  • Persalinan prematur

Terkadang dokter menyarankan persalinan dini untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa saat ibu mengalami hipertensi dalam kehamilan.

  • Peningkatan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Wanita yang menderita preeklamsia selama kehamilan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular setelah persalinan, terlebih jika bayi lahir sebelum waktunya.

  • Kemungkinan efek samping dari obat pengontrol tekanan darah

Jika ibu hamil menggunakan obat-obatan untuk mengontrol tekanan darahnya, obat-obat ini berpotensi memberikan efek samping yang merugikan bagi janin.

 

Cara Mengatasi Hipertensi Dalam Kehamilan Secara Tepat

Pemantauan tekanan darah secara rutin adalah bagian paling penting untuk mendeteksi secara dini. Dengan deteksi dini maka risiko bisa dianatisipasi lebih baik. Berikut adalah klasifikasi tekanan darah yang bisa dijadikan rujukan :

  • Tekanan darah tinggi : mulai 140/90 mmHg ke atas
  • Tekanan darah normal : mulai 90/60 sampai 120/80 mmHg
  • Tekanan darah rendah : di bawah 90/60 mmHg

 

@https://www.honestdocs.id/


No Comments have been Posted.
Post Comment
Please Login to Post a Comment.
Up